Jumat, 18 November 2011

Cerpen Ku


Cinta tak harus saling memiliki
Oleh
Mia Aninda Kirana*
            Matahari tampak cerah hari ini walaupun sesekali dia sembunyi dibalik awan. Pagi ini Deon akan pergi kesekolahnya, ia tampak riang gembira dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya. Setelah sarapan Deon pun berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda motornya. Sampai disekolah Deon memarkirkan motornya ditempat parkiran sekolah. Ketika Deon memasukki aula sekolah Deon bertemu dengan seorang wanita muslimah yang anggun rupanya dan tampak malu-malu saat bertemu dengan Deon. Seketika Deon pun menyapanya dengan senyuman dan wanita itu pun membalasnya dengan senyuman sehingga nampak giginya yang putih bersih. Wanita tiu pun pergi meninggalkan Deon. Tatapan Deon seakan mengiringi kepergian wanita itu dari aula. Tiba-tiba Deon dikejutkan oleh Leo teman akrabnya,’’duaarrrr’’ dan Deon pun terperanjat dari lamunannya dan berkata ,’’ah, kamu Leo’’ sambil tersenyum walau sedikit agak kesal karena ulah Leo. ’’eh, kamu kenapa ?’’ tanya Leo sambil memendang kearah Deon, ’’ah, tidak apa-apa’’ Deon menjawab tenang. ’’Baiklah kalau kamu tidak apa-apa sekarang kita kekantin yuk’’ ajak Leo,’’ ya sudah tapi kamu yang traktir’’. Deon dan Leo pun pergi kekantin.                   
 Bel tanda masuk pun berbunyi Deon dan Leo pun beranjak dari kantin dan langsung menuju kekelas, ternyata Deon sekelas dengan wanita yang bertemu dengannya tadi pagi di aula dan tahulah Deon bahwa wanita itu merupakan siswa baru. Deon pun menghampirinya dan menanyakan namanya, wanita itu pun tidak segan menyebutkan namanya dengan suara yang lembut bak semilir angin ditepi pantai. Nama wanita itu adalah Ami, lengkapnya yaitu Ami nabila putri. Teriknya matahari membuat panas suasana dan bel waktu istirahat pun berbunyi, Deon pun beranjak keluar dari kelas dan langsung menuju ke perpustakaan karena Deon ingin membaca buku yang sangat menarik baginya. Sampai di perpustakaan, Deon pun langsung mengambil buku dan membacanya di meja perpustakaan, suasana yang tenang membuat Deon merasa sangat santai membaca buku. Tiba-tiba Deon pun teringat dengan Ami, wanita yang di temuinya tadi pagi di aula, Deon seakan merasakan fallin in love, pada hal dia belum pernah merasakan hal itu. Deon pun beranjak dari perpustakaan dan langsung pergi kekelas karena bel tanda masuk sudah berbunyi. 
 Akhirnya bel waktu pulang pun berbunyi Deon cepat-cepat mengambil motornya di parkiran. Sesampai dirumah Deon pun masih teringat dengan Ami. Sosok yang anggun dan sopan yang selalu tampil menarik didepan Deon. Waktu terus berjalan dan Deon pun semakin merasa berat menahan rasa cintanya dengan Ami namun Deon tak berani mengungkapkannya karena Deon merasa dirinya tidak pantas mendapatkan Ami, tapi perasaan itu terus menghantui Deon. Tidak terasa Deon pun akan segera melaksanakan semesteran dan saat yang bersamaan Deon mengetahui bahwa Ami pun suka padanya. Deon sangat senang, mereka berdua pun kini dekat tapi Deon tetap saja tidak berani mengungkapkannya. Sebagai sahabat Leo pun memberikan dorongan kepada Deon agar segera mengutarakan cintanya kepada Ami. Pada waktu yang di tunggu-tunggu Deon pun mengutarakan cintanya kepada Ami. Ami pun menjawab lebih baik berteman saja dari pada pacaran karena dengan berteman kita juga bisa saling mengenal satu sama lain. Deon pun merasa kecewa namun akhirnya Deon menerima semua itu. Tapi entah mengapa tiba-tiba Deon merasakan Ami juga ingin mengutarakan bahwa mereka saling suka. Leo pun bicara dengan Ami mengapa Ami tidak ingin pacaran dengan Deon padahal Ami juga menyukai Deon. Ami mengungkapkan sebenarnya dia ingin pacaran dengan Deon tapi orang tuanya melarang untuk dia agar berhubungan dengan laki-laki apalagi pacaran. Ami takut dengan larangan dari orang tuanya. Akhirnya tahulah Deon apa alasan Ami menolak cintanya. Deon pun berusaha menjauh tapi perasaan itu pun kian berat dialaminya. Karena tidak dapat menahan perasaan itu Deon pun mencoba mengungkapkanmya lagi. Ternyata Ami pun mau menerima cintanya. 
Hari itu hari yang sangat bahagia bagi Deon, Deon pun tak segan-segan menelepon Ami walaupun sebentar karena Ami takut jikalau orang tuanya tahu. Sepulang Deon dari toko buku karena sudah larut malam Deon pun tidak kuat menahan kantuk, setelah mencuci kaki Deon pun beranjak tidur. Deon pun bermimpi bahwa Ami  wanita pujaan hatinya akan menikah dengan orang lain. Tiba-tiba Deon pun terbangun dan mengucap Astaugfirullah semoga ini tidak terjadi ucap Deon dalam hati. Deon pun kembali melanjutkan tidurnya. Tidak terasa hari sudah pagi dan Deon pun membuka pintu kamarnya. Deon pun diam beberapa saat ia tertegun melihat undangan di atas meja. Ia pun segera membuka dan membacanya ia terkejut seketika karena melihat nama mempelai perempuannya adalah Ami nabila putri. Deon pun merasa sedih dan ingin menjerit sekuat-kuatnya, sekencang-kencangnya. Leo pun berusaha menenangkan Deon agar Deon bisa menerima kenyataan pahit ini. Deon pun memutuskan tidak ingin pergi kepesta pernikahan Ami, tapi ia ingin membukatikan bahwa dia lelaki yang tegar, dan Ami pun bukanlah wanita satu-satunya yang ada didunia ini. Deon pun berangkat kepesta pernikahan Ami dan memberi ucapan selamat kepada mereka berdua. Ami pun hanya menunduk dan air matanya berlinang membasahi pipinya. Deon pun menyanyikan sebuah lagu yang berjudul cinta tak harus memiliki. Sebenarnya Deon tidak ingin menangis tapi air matanya terus memaksa untuk keluar. Deon pun memutuskan untuk pergi dan meninggalkan acara itu. Deon pun berubah menjadi aneh ia ugal-ugalan dijalan raya dan dia tidak dapat mengontrol dirinya sendiri. Deon pun kembali kepesta pernikahan Ami tapi, pesta pernikahan itu sudah sepi dan Deon pun melihat sepasang pengantin baru itu menaiki mobil untuk pergi berbulan madu dan mobil itu bertuliskan  just married. Deon pun berharap semoga mereka hidup bahagia selamanya.















*Penulis adalah siswa kelas X.1 di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template by:
Free Blog Templates